Showing posts with label Mengenal Islam. Show all posts
Showing posts with label Mengenal Islam. Show all posts
Kesempurnaan Islam (Syumuliyatul Islam)

Kesempurnaan Islam (Syumuliyatul Islam)

A.    Tujuan Materi
1.      Memahami gambaran menyeluruh dari Islam sebagai asas (pokok), bina (bangunan), maupun muayyidat (penyangga) dengan hubungan-hubungannya.
2.      Dapat menyebutkan contoh-contoh penyelesaian aktual secara Islam dalam bidang kehidupan bermasyarakat.
3.      Menyadari bahwa Islam merupakan sistem hidup yang lengkap dan sempurna sehingga termotivasi untuk memasukinya secara keseluruhan.
B.     Kisi-kisi Materi
1.      Kesempurnaan Islam (QS. 2:208 )
2.      Sempurna dalam waktu:
·         Risalah yang satu (QS. 21:25 , 34:28 , 21:107 )
·         Penutup para nabi (QS. 33:40 )
3.      Kesempurnaan minhaj:
·         Asas: akidah (syahadat dan rukun iman)
·         Bangunan Islam: ibadah: rukun Islam, shalat, puasa, zakat, haji, akhlak
·         Penyokong /penguat: jihad (QS. 29:6 dan 69 , 47:31 ) atau amar ma'ruf nahi munkar (QS. 3:104 , 7:99 , 9:112 ) da'wah (QS. 16:125 , 41:33 )
4.      Sempurna dalam tempat (QS. 22:40 ):
·         Satunya pencipta (QS. 2:163 , 164 )
·         Satunya alam (QS. 2:29 , 67:15 )
·         Manhaj (pedoman) hidup
C.     Bagan

Kesempurnaan Islam (Syumuliyatul Islam)

D. Uraian Materi: Islam Agama Sempurna
Sebagai sistem yang diciptakan dan diturunkan Allah Swt. Yang Mahaluas lagi Mahasempurna, Islam memiliki kesempurnaan yang tidak dimiliki oleh sistem-sistem buatan manusia mana pun. Kesempurnaan Islam dapat dilihat dari cakupannya terhadap ruang, waktu, dan muatan sistemnya. Siapapun boleh membandingkan dengan penelitian yang dilakukannya sendiri tentang agama-agama di dunia ini. Jika seorang peneliti tersebut mau benar-benar objektif, maka bisa dipastikan dia akan melihat Islam sebagai agama paling sempurna diantara agama-agama lainnya. Kenapa begitu? Karena hanya Islam-lah satu-satunya agama yang komprehensif. Dia mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Tidak ada satupun, dan sekecil apapun urusan kehidupan manusia dimuka bumi ini yang luput dari Islam. Kesempurnaannya berarti tidak ada sedikitpun cacat yang terdapat di dalam agama ini. Allah Swt berfirman,
”..pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (QS. Al-Maaidah :3)

Meyakininya adalah Perintah Allah Swt.
Dan kita sebagai seorang muslim wajib meyakininya. Memprogramnya dalam mindset kita. Sehingga menjadikan agama Islam ini sebagai jalan hidupnya (way of life). Perintah Allah Swt kepada setiap muslim untuk menjalani Islam secara keseluruhan, sempurna, dan mencakup semua aspeknya ada dalam firmanNya,

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah :208)
Perintah Allah Swt untuk menerima Islam sebagai agama yang sempurna dan harus kita ambil secara keseluruhannya merupakan alasan yang paling kuat bagi seorang muslim. Perintah Allah Swt juga merupakan alasan yang paling asasi/mendasar terhadap segala hal yang kita lakukan. Jika bukan karena perintah Allah Ta’ala, maka tidak wajib kita melaksanakannya.
Seperti ketika Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim a.s. ketika ditinggal di tengah gurun pasir yang tandus, dan sangat jauh dari air dan makanan, sang istri hanya bertanya,”Apakah ini perintah Allah?”. Lalu Nabi Ibrahim menjawab, “Ya”. Mendengar jawaban bahwa itu adalah perintah Allah Ta’ala, maka Siti Hajar berkata, “Jika memang begitu, maka aku percaya Allah tidak akan menyia-nyiakanku”.
Maka karena hal ini merupakan perintah Allah Swt, sikap kita sebagai seorang muslim adalah menerima dan taat. Seperti yang Allah Swt jelaskan dalam firmanNya,
“Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”…” (QS. Al Baqarah :285)
Islam Sempurna dalam Waktu
Sebagai sistem, Islam diberlakukan Allah sejak awal penciptaan hingga akhir zaman. Tujuannya untuk mengatur kehidupan makhluk-makhluk-Nya agar selaras, harmonis, dan penuh kedamaian, keselamatan, dan kesejahteraan. Oleh karena itu, Islam menjadi inti ajaran setiap nabi dan rasul Allah pada setiap zaman. Ajaran mereka hanya satu, yaitu membebaskan manusia dari penyembahan terhadap makhluk kepada penghambaan kepada Allah. Kesempurnaan ini jelas kita dapatkan pada ajaran yang dibawa nabi terakhir, Muhammad saw. Ajaran terakhir itu menyempurnakan ajaran nabi-nabi sebelumnya. Dengan berakhirnya pensyariatan pada nabi terakhir, risalah ini mencapai kesempurnaannya. Oleh karena itu, tidak ada lagi syariat dan nabi setelah syariat Allah mencapai kesempurnaan.
Islam sempurna karena diturunkan sebagai agama yang berlaku sepanjang jaman. Sejak manusia pertama yaitu Nabi Adam a.s. kemudian seluruh nabi-nabi sesudahnya membawa satu misi yang sama yaitu kalimat tauhid “Laa ilaha illallah”. Allah Swt berfirman,

“dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku”.” (QS. Al-Anbiyaa’ :25)

Dan juga Allah Swt menyebut umat Nabi-nabi terdahulu sebagai muslim dalam firmanNya,
“…(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu,…” (QS. Al-Hajj :78)
Sampai ketika Rasulullah Saw diutus sebagai Nabi sekaligus sebagai penutup para Nabi, ajaran beliau berlaku HINGGA HARI KIAMAT. Nabi-nabi terdahulu ibarat membawa tongkat estafet yang akhirnya dan yang terakhir diberikan kepada Muhammad Rasulullah Saw. Seperti yang dijelaskan Allah Swt dalam firmanNya,

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu., tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab : 40)
Islam tidak akan pernah mengalami pendewasaan lagi dalam perkembangan jaman, karena Islam telah dewasa sejak dilahirkan. Islam juga tidak akan mengalami penyempurnaan lagi mengikuti kemajuan jaman, karena Islam telah sempurna sejak dilahirkan. Jika ada yang menganggap bahwa Islam perlu mengalami perubahan dalam syariatnya, maka sudah dipastikan bahwa itu adalah pemikiran yang sangat menyimpang.

Islam Sempurna dalam Tempat
Islam diturunkan Allah Swt. tidak terbatas untuk bangsa Arab saja. Islam berlaku sebagai rahmat untuk seluruh alam. Islam berlaku untuk seluruh bangsa di dunia, tanpa membeda-bedakan warna kulit, ras, maupun keturunan. Tidak ada kelebihan satu orang atas orang yang lain, satu suku atas suku yang lain, satu bangsa atas satu bangsa yang lain. Yang membedakan di antara mereka adalah ketakwaan masing-masing kepada Allah Swt. Setiap orang, dari mana pun asalnya dan dalam kondisi apa pun, berhak mendapat kemuliaan selama ia bertakwa kepada Allah.
Ajaran Islam adalah ajaran yang langsung bersumber dari Allah Swt Yang Menciptakan alam semesta. Maka sebagai Tuhan seluruh makhluk di alam semesta ini, Allah Swt sajalah yang berhak mengaturnya. Tidak ada sedikitpun ruang di alam semesta ini yang tidak terjangkau oleh kekuasaan Allah Swt. (lihat QS. 27: 59-64)



59. Katakanlah: "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?"
60. Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).
61. Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.
62. Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).
63. Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di dataran dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya[1105]? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).
64. Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)?. Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar."

Hal ini berarti Islam bukan din atau agama yang hanya diperuntukkan bagi bangsa tertentu atau wilayah tertentu saja. Namun Islam adalah agama untuk seluruh manusia dimanapun mereka berada.

Islam berbeda dengan agama-agama lain. Seperti agama Nasrani misalnya. Umat Nasrani menganggap Nabi Isa a.s. sebagai Tuhan dan mengakui kitab Injil sebagai kitab suci mereka. Padahal Nabi Isa a.s. bukan Tuhan dan Kitab Injil hanya diperuntukkan bagi Bani Israel saja. Bukan untuk kaum yang lainnya. Allah Swt berfirman,

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al-Maaidah : 72)

Begitu juga dengan umat Yahudi. Kitab Taurat hanya diperuntukkan bagi kaum Nabi Musa a.s. saja. Bukan untuk manusia diseluruh dunia. Maka ketika Nabi Muhammad Saw diutus sebagai Rasulullah, sekaligus sebagai penutup para Nabi, seluruh umat Yahudi dan Nasrani seharusnya tunduk dan beriman pada ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Mereka harus beriman kepada Al-Quran dan menjadikannya sebagai Kitab yang sempurna dan menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya.
Nabi Muhammad Saw bersabda,

“Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad, tidak ada seorang pun baik Yahudi maupun Nashrani yang mendengar tentang diriku dari Umat Islam ini, kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa kecuali ia akan menjadi penghuni neraka.” (HR. Muslim)

Islam Sempurna dalam Ajaran
Islam adalah sistem yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Islam seperti halnya bangunan utuh, terdiri atas fondasi, badan bangunan, dan seluruh pendukungnya. Fondasinya adalah akidah yang mencakup hal-hal yang berkaitan dengan keimanan. Bangunan utamanya terdiri atas aspek-aspek moral, perilaku kepada sesama, dan sikap terhadap Allah Swt. yang mewujud dalam aktivitas ibadah. Sementara itu, pendukung-pendukungnya adalah berjuang di jalan Allah dan dakwah. Cakupan atas seluruh aspek kehidupan itulah yang menempatkan Islam sebagai satu-satunya sistem dan pedoman hidup yang sempurna. Kesempurnaan ini yang menjadikannya unggul dibanding sistem mana pun.
Islam memiliki ajaran yang sempurna yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Hal-hal kecil dalam keseharian kita sekalipun diatur dalam Islam. Mulai kita bangun tidur di pagi hari sampai kita tidur lagi di malam hari, semuanya tidak lepas dari Islam. Contoh kecil saja, ketika kita masuk ke kamar mandi, Islam mengajarkan untuk berdoa terlebih dahulu, lalu masuk dengan menggunakan kaki kiri terlebih dahulu, lalu bagaimana adab melepas pakaian, ke arah mana ketika buang air, dan masih banyak lagi, sampai bagaimana adab ketika keluar dari kamar mandi tersebut. Semua tidak lepas dari ajaran Islam.

Sebagian orang menganggap sudah cukup berislam dengan merasa akidah sudah lurus dan ibadahnya sudah benar sesuai tuntunan Rasulullah Saw. Namun jika Islam hanya dipahami sebatas itu, maka berarti orang-orang tersebut memahami Islam secara sempit. Padahal urusan manusia mencakup peran mereka dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sangat kompleks. Dan semua itu masih dalam lingkup ajaran Islam. Maka jelas Islam bukan hanya dipahami sebatas ajaran tentang memurnikan akidah dan bagaimana cara beribadah yang benar. Ajaran Islam juga mengatur semua bidang-bidang yang kita temui dalam kehidupan.
Seorang ulama legendaris dari Mesir, Syaikh Hasan Al-Banna pernah mendeskripsikan bagaimana kesempurnaan ajaran Islam. Beliau berkata,
“Islam adalah bangunan yang utuh yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Islam itu negara dan tanah air. Dan dia pemerintah dan rakyat. Dan dia akhlak dan kekuatan. Dan dia rahmat dan keadilan. Dan dia kebudayaan dan undang-undang. Dan dia ilmu dan peradilan. Dan dia materi atau kerja dan kekayaan. Dan dia jihad dan dakwah. Dan dia pasukan dan pemikiran. Sebagaimana Islam adalah aqidah yang murni dan ibadah yang benar.”

Begitu luar biasa Islam dengan kesempurnaannya. Tidak ada alasan bagi kita untuk meragukan peran Islam dalam seluruh aspek kehidupan kita. Tidak ada lagi alasan untuk tidak mengambil Islam sebagai jalan hidup kita yang paling sempurna. Buktikan keimanan kita dengan mengesampingkan seluruh pemikiran-pemikiran lain di luar Islam yang dulu pernah membuat kita kagum karena kita anggap pemikiran bahwa itu lebih baik dari ajaran Islam. Serukan dengan lantang: “ISLAM IS MY LIFE, ISLAM IS MY WAY, ISLAM IS MY ATTITUDE!”

Dengan begitu, tidak ada lagi umat Islam yang merasa minder dengan agamanya dan tidak ada lagi umat Islam yang tidak bangga menyandang gelar sebagai seorang MUSLIM.
Hey Muslim! You are the greatest ummah created by Allah! So,.. be Proud!!
Read More
Islam dan Sunnatullah

Islam dan Sunnatullah

Islam dan SunnatullahAllah swt, Sang Pencipta (al Khaliq) alam semesta ini [QS.59:23;  25:2] telah menentukan takdir atas seluruh makhluk-Nya. [QS. 54:49;  15:20;  6:153;  45:18]. Takdir itu berupa at taqdirul kauni atau sunnatullah fil kaun (hukum alam kata para ilmuwan) dan taqdirusy syar'i (hukum syari'at). Takdir kauni berlaku umum bagi seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini tanpa terkecuali dan mereka semua tunduk dan patuh kepada ketentuan Allah swt dengan bersujud, bertasbih, dan bertahmid kepada-Nya.

Takdir syar'i biasa disebut al Islam QS.3:19, 85], yang diturunkan melalui para rasul (ar rasul) [QS. 33:21;  48:28] untuk manusia (al insan). Takdir syar'i memberi peluang kepada manusia (dan jin) untuk memilih apakah mau taat atau ingkar (al muslimu au al kafiru) [QS. 3:83, 85]. Tentu saja dengan konsekuensi mereka akan mendapat balasan sesuai dengan pilihannya.
Takdir syar'i dan takdir kauni yang diberlakukan di alam ini (al kauni) [QS. 13:15;  22:18;  6:50;  59:1;  24:41;  17:44] menghendaki alam semesta termasuk manusia untuk tunduk dan berserah diri (al istislam) [QS. 22:18;  24:41] kepada ketentuan Allah swt tersebut (sunnatullah) [QS. 3:190-191;  51:21;  41:53] tanpa kecuali. Sunnatullah yang dimaksud adalah sunnatullah pada alam semesta dan sunnatullah pada manusia.
  1. Sunnatullah di alam semesta (fil kauni) [QS. 3:190-191;  13:15;  22:18;  3:83;  24:41]. Ketentuan Allah terhadap alam semesta bersifat mutlak, tetap dan terus menerus (muthlaq, tsabit, mustamir). Mutlak artinya berlaku umum bagi seluruh makhluk dan tidak dapat ditolak. Tetap artinya tidak berubah kecuali apabila Allah menghendaki. Terus menerus artinya tidak berhenti selama ada sebab musababnya. Sunnatullah di alam itu disebut takdir kauni (al taqdirul kauni).  Sikap seorang hamba terhadapnya adalah tunduk dan pasrah (al istislam).
  2. Sunnatullah pada manusia (fil insan). [QS.54:49;  15:20;  6:153;  45:18;  3:83 dan 85]. Ketentuan Allah atas manusia berlaku relatif karena manusia diberi keistimewaan dengan adanya petunjuk/ilmu (al hidayah), kehendak atau nafsu (al iradah) dan upaya atau pilihan (al ikhtiyariyah). Ketentuan syar'i (at taqdirusy syar'i) berfungsi untuk memagari nafsu dan kebebasan manusia tersebut agar tidak merusak sistem alam semesta. Karenanya  manusia kemudian terbagi menjadi dua golongan, ada yang muslim (al muslim) dan ada yang kafir (al kafir).
Baca juga materi sebelumnya Makna Islam (ma'na al Islam)
Read More
Makna Islam (Ma'na al-Islam)

Makna Islam (Ma'na al-Islam)

معر فه  الإسلام 

Makna Islam (Ma'na al-Islam)
Secara bahasa al Islam diambil dari akar kata salima. Lalu dari akar kata ini kita akan mendapati kata-kata atau istilah berikut:
  1. Islaamul wajhi yang berarti menundukkan wajah ["Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlash menundukkan wajahnya (berserah diri) kepada Allah, sedangkan dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kekasih-Nya" (QS. 4:125)]
  2. Al Istislaam yang berarti berserah diri [ "Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?" (QS. 3:83)]
  3. As Salaamah yang berarti keselamatan, kebersihan, kesehatan.["Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih atau qolbun salim"  (QS.26:89)]
  4. As Salaam yang berarti selamat, sejahtera. ["Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami datang kepadamu, maka katakanlah,"Salaamun 'alaikum (selamat sejahtera atas kamu)." Tuhanmu telah menetapkan sifat kasih sayang pada diri-Nya, (yaitu) barang siapa berbuat kejahatan diantara kamu karena kebodohan, kemudian dia bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang" QS. 6:54]
  5. As Salm atau As Silm yang artinya perdamaian, kedamaian [ "Maka janganlah kamu lemah dan mengajak damai (as salmi), karena kamulah yang lebih unggul, dan Allah (pun) bersama kamu, dan Dia tidak akan mengurangi segala amalmu" QS.47:35].
Kata-kata di atas membentuk satu kata al Islam (kalimatul islam) [ "Sesungguhnya Agama yang diridhoi di sisi Allah hanyalah Islam" QS.3:19 dan "Barang siapa yang mencarai agama selain Islam maka tidak akan diterima daripadanya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi" QS. 3: 85] yang artinya jika seseorang tunduk dan berserah diri kepada Allah swt, maka ia akan selamat dan merasakan kedamaian hidup dalam naungan-Nya, bebas dari rasa takut dan cemas. Adapun kata al Islam tersebut memiliki banyak makan sesuai dengan  konteks kalimatnya, antara lalin adalah:
  1. Ketundukkan (al khudhu') ["Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?" (QS. 3:83); dan "Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) diantara mereka, mereka berkata, "Kami mendengar dan kami taat" Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung" QS. 24(an Nur) ayat 51]
  2. Wahyu Allah (al wahyu ilahi) ["Tidak lain (al Qur'an) itu adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)" QS. 53 ( an Najm) ayat 4; dan "Dan kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui" Qur'an surat al Ambiya (21): ayat 7]. Islam identik dengan kitab sucinya yaitu al Qur'an dan as Sunnah yang menjadi penjelasnya.
  3. Agama para nabi dan rasul (diinul anbiya'wal mursalin) ["Sibgah Alah(Celupan Allah atau agama Allah). Siapa yang lebih baik sibgah-nya dari pada Allah? Dan kepadanya kami menyembah Qur'an Surat al Baqarah (2) ayat 138, dan "Katakanlah (Muhammad), "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri" Qur'an Surat Ali Imran (3) ayat 84]. Rasulullah bersabda: " Kami para nabi adalah saudara seayah karena pangkal agama kami satu." (HR. Bukhari)
  4. Hukum-hukum Allah (ahkamullah) ["Dan Kami telah menurunkan kitab al Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap Ummat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah mengkehendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan" Qur'an Surat al Maidah (5 ayat 48 dan "Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)? Qur'an Surat al Ma'idah ayat 50]. Islam adalah sistem yang memuat hukum-hukum Allah di dalam al Qur'an, Sunnah, ijma' maupun qiyas.
  5. Jalan yang lurus (ash shirothol mustaqiim)["Dan sungguh inilah jalan Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa" Qur'an Surat al an'am (6) ayat 153]. Islam adalah satu-satunya siste hidup yang lurus karena ia adalah sistem Allah yang didasarkan pada pengetahuan dan kebijaksanaan-Nya yang maha luas.
  6. Keselamatan dunia dan akhirat (salamatud dunya wal akhirah).["Barang siapa mengerjakan kebaikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahal yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan" Qur'an Surat al Isra' (16) ayat 97, dan "Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan" Qur'an Surat al Qasas (28) ayat 77]. Karena ber-Islamlah seorang muslim akan dapat merasakan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Karena itu, Islam kemudian menjadi sistem yang paling unggul/tinggi dan tiada yang mengalahkan keunggulannya (al islamu ya'lu wala yu'la 'alaihi) ["Dialah yang mengutus Rasul-Nya denga membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi" Qur'an Surat al Fath (48) ayat 28, dan "Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (al Qur'an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya. Qur'an Surat at Taubah (9) ayat 33]. Jika sistem yang sempurna itu diambil dan dibela sepenuhnya, pastilah umat Islam akan meraih kejayaan, sebagaimana pernah diraih oleh para generasi awal Islam yang sangat berpegang teguh kepadanya. 
Baca materi berikutnya tentang Islam dan sunnatullah
Read More