Keberuntungan Hidup Seorang Mukmin Membuat Kagum Rasulullah

Masalah atau ujian merupakan bagian dari kehidupan setiap manusia karena itu tiada seorangpun yang terbebas darinya. Masalah tidak saja menyangkut hal-hal yang negatif akan tetapi juga meliputi hal yang diangap positif. Dalam Islam kita lebih sering mengenalnya dengan istilah ujian.
Allah swt berfirman dalam al Qur'an Surat al Mulk ayat 2:  "( Allah) Yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang paling baik (berkualitas) amal perbuatannya".
Dari ayat di atas dapat kita fahami bahwa Allah menciptakan kita untuk diuji apakah kita bisa berbuat yang terbaik dalam setiap keadaan. Ujiannya bisa saja berupa kesenangan atau hal yang kita anggap positif dan bisa juga dengan kesedihan, ketidakenakan atau yang kita anggap negatif.
Apakah kita harus lari dari ujian? Tentu saja tidak, karena selagi kita hidup di dunia ini, kita akan selalu menghadapinya. Yang perlu kita lakukan hanyalah menyikapi ujian tersebut dengan sebaik-baiknya. Jika kita mampu menyikapinya dengan baik, maka kita akan beruntung begitu juga sebaliknya jika kita buruk dalam menyikapinya, maka kita akan celaka.
Rasulullah saw pernah bersabdah " Aku bangga dengan seorang mukmin, yang semua keadaan itu baik baginya. Jika ia ditimpa musibah, maka dia bersabar, itupun baik baginya dan jika ia mendapat nikmat ia bersyukur itupun juga baik baginya"
Jadi bagi seorang mukmin setiap keadaan dalam hidupnya semuanya merupakan sumber kabaikan bagi dirinya. Kebaikan yang diperolehnya itu ternyata bergantung pada cara menyikapi setiap masalah yang dihadapinya. Jika ia menganggap masalah itu ada dipundaknya, maka ia bersabar dan yakin akan pertolongan serta pahala yang besar dari Allah. Jika ia menganggap masalah itu ada di depannya, ditangannya maka ia bersyukur karena diberikan kesempatan oleh Allah untuk menyelesaikan, mengatur atau mengelolah  masalah tersebut. 
Itulah keberuntungan seorang mukmin yang tak akan didapatkan oleh selainnya. Kenapa demikian? Karena bagi orang yang tak beriman jika masalah itu ada dipundaknya, ia hanya menganggapnya sebagai beban yang menyesakkan dadanya sehingga hidupnya menderita bahkan tak jarang melahirkan masalah dan dosa baru. Jika masalah itu ada di tangannya, digenggamannya maka dia akan mengelolanya sesuai keinginan dirinya bukan keinginan Tuhan yang telah memberikan kepadanya. Dari dua keadaan ini seorang yang bukan mukmin hanya akan menghasilkan dosa, karena tidak ada pahala sabar dan syukur di dalamnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Keberuntungan Hidup Seorang Mukmin Membuat Kagum Rasulullah"

Post a Comment