Pewarnaan atau Celupan dan Perubahan (ash sibghah wa al inqilaab)

Pewarnaan atau Celupan dan Perubahan (ash sibghah wa al inqilaab)

Syahaadatain yang terdiri dari syahaadah Laa ilaaha illa Allah dan Muhammad Rasulullah mesti diucapkan, diyakini dan diamalkan dengan baik. Ucapan Laa ilaaha illallaah menjadikan pengabdian hanya kepada Allah SWT saja. Sikap kita kepada syahaadah uluhiyah ini adalah ikhlas menerima dan mengamalkan. Sedangkan Muhammad Rasulullah dijadikan sebagai contoh yang hasanah dan dijadikan sebagai ikutan kita. Syahaadatain mesti didasari kepada mahabbah (cinta) yang kemudian menghasilkan ridha kepada setiap yang disuruhnya. Dari cinta dan ridha ini muncul iman yang kemudian akan mewarnai diri kita dan sekaligus merubah diri kita dari segi I'tiqadi, fikri, syu'uuri dan suluki sehingga muncul pribadi muslim yang mempunyai nilai di sisi Allah.

Asy-Syahaadatain (Dua Kalimat Syahadat)
Dua kalimat syahaadah merupakan keyakinan yang tertanam di lubuk hati setiap muslim. Tidak sekadar keluar dari mulut saja tetapi menuntut bukti dalam amal perbuatan. la terdiri dari dua bahagian yaitu pengakuan bahwa tiada ilah selain Allah SWT dan pengakuan bahwa Muhammad Rasulullah. Iman bukan merupakan angan-angan tetapi menuntut perbuatan yang mencerminkan nilai-nilai iman tersebut. Nilai iman adalah nilai kalimat syahadatain yang perlu tegak dan diamalkan secara baik dengan menjadikan satu­satunya ilah hanya Allah saja. Allah SWT membenci orang yang beriman hanya dengan mulutnya saja. Karena Al Quran menyuruh orang yang beriman agar beramal shaleh bahkan ciri keimanan seseorang adalah beramal shaleh. Iman selalu dituntut beramal shaleh. Orang mukmin sejati memiliki interaksi yang kuat dengan kitabullah sehingga mengamalkan Islam yang berdasarkan Al Quran yang dipahaminya. Di antara ahli kitab yang sungguh-sungguh mukmin selalu membaca kitabullah, beramar ma'ruf dan nahi munkar,serta bersegera dalam kebaikan.
Pewarnaan atau Celupan dan Perubahan (ash sibghah wa al inqilaab)Dalil:
QS. 61:2-3. Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.
QS. 17:109. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'.
QS. 3:113. Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat­ ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).

A. Asyhadu an Laa llaaha illaa Allaah (Pengakuan Bahwa Tiada Ilah Selain Allah)
Merupakan bahagian pertama syahaadatain yang maknanya tiada yang dapat, sesuai atau wajib disembah kecuali hanya Allah SWT Penyembahan yang benar terhadap Allah SWT melahirkan sikap ikhlas. Pengertian laa ilaaha illa Allaah adalah tiada yang diabdi selainAllah SWT Tiada yang ditakuti kecuali Allah dan hanyakepadaNya kita berlindung serta meminta tolong. Pengertian laa ilaaha illa Allaah menuntut adanya penghambaan secara menyeluruh kepada Allah SWT dan pengingkaran kepada thagut.
Dalil:
QS. 21:25. Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".
QS. 2:22-23. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-­sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an Yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-or­ang yang benar.
QS. 16:36. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
Hadits. Rasulullah SAW bersabda,"Bersaksilah kalian:bahwasanya tidak ada tuhan selain Allah dan sesungguhnya aku adalah Rasulullah. Tidak akan menemui Allah dengan kalimat syahadat itu seorang hamba selain yang meragukannya, sehingga syurga pun tertutup baginya.
B. Asyhadu Anna Muhammad Rasulullah (Pengakuan Bahwa Muhammad Rasulullah)
Bagian kedua dari syahaadatain  adalah menerima secara ikhlas dan senang hati Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT Dengan penerimaan ini muncul kesediaan menjadikan Rasulullah sebagai uswah. Rasulullah SAW adalah teladan sekaligus uswah dalam kehidupan muslim. Konsekwensi pengakuan bahwa Muhammad adalah rasul Allah adalah dengan menjadikannya sebagai contoh dan surf teladan bagi kehidupannya. Seorang Rasul diutus untuk ditaati, maka penyelewengan terhadap perintah Rasul adalah ke-munafikan dan mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal. Kewajiban mukmin adalah memenuhi seruan Allah SWT dan RasulNya, sedangkan tidak mentaati Rasul akan membuat tertutup hatinya.
Dalil:

QS. 33:21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

QS. 3:31. Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. 4:80. Barangsiapa yang menta`ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta`ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling(dari keta`atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.

QS. 4:64. Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk dita'ati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

QS. 24:63. Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang­orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang­orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.

QS. 8:24. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.
Hadits. Rasulullah SAW bersabda,"Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai keinginannya mengikuti apa yang aku bawa". "Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih dicintai daripada anak, ayahnya, dan manusia seluruhnya."

Dengan didasari rasa cinta (mahabbah), keridhoan hati (ridho) dan keimanan syahadatain akan mencelupkan seseorang mukmin (sibghah) dengan kepribadian yang khas sehingga terjadilah perubahan besar  pada dirinya (inqilab)

1.      Al-Mahabbah (Cinta)
Merupakan dasar kesediaan seorang mukmin dalam mengamalkan kandungan syahaadatain. Cinta sebagai landasan penerimaan syahaadatain. Tanpa rasa cinta kepada Allah dan RasulNya, maka sulit bagi seseorang menjadikan Allah sebagai satu-satunya ilah sembahan dan menjadikan Muhammad sebagai ikutan dan teladan kehidupannya.
Dalil

QS. 2:165. Dan di antara manusia ada orang-orang yangmenyembah tandingan-tandingan selain Allah; merekamencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaanNya (niscaya mereka menyesal).

QS 8:2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalahmereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-­ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal,
Hadits. Dari Anas Ibnu Malik R.A. berkata Rasulullah SAW bersabda," "Tiga hal, barangsiapa dalam dirinya ada ketiganya, akan mendapatkan manisnya iman, bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari pada selain keduanya, bila seseorang mencintai seseorang yang lain, ia tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan apabila ia tidak ingin kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkan dirinya dari kekufuran itu sebagaimana iatidak ingin dijebloskan ke dalam neraka." (HR.Bukhari dan Muslim ).

2.      Ar-Ridhaa (Rela)
Merupakan hasil logis cinta mukmin kepada Allah SWT dan Rasulnya adalah wujudnya kerelaan. Ridha sebagai realisasi cinta. Orang yang cinta kepada sesuatu akan ridha kepada sesuatu tersebut apakah dari segala perintahnya, keinginannya dan perbuatannya. Apabila yang dicintai adalah Allah maka kita akan rela kepada semua perintahNya yang terdapat di dalam AlQuran dan bersedia untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalil:
· QS. 76:30. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu),kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

3.      Al-limaan (Iman)
Syahadat muslim merupakan realisasi imannya kepada Allah SWT Kelezatannya dapat dicapai dengan adanya cinta dan ridha kepada Allah SWT, Rasul dan Islam. Syahaadatain adalah realitas iman kepada Allah SWT dan Rasul. Konsekuensi iman kepada Allah dan Rasul adalah juga iman kepada malaikat, kitab, kiamat, dan qadar baik/ buruk. Perjanjian syahadat berhubungan dengan keimanan kepada Allah SWT, Malaikat, Kitab-kitab, Rasul-rasul, Hari akhir dan qadha' qadar.
Dalil:

Q.S 61:10-11. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,

QS.S 5:7. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,

QS.S 2:285. Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yangditurunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula or­ang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Al­lah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul­rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda­-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami ta' at". (Mereka berdo' a): `Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".
Ash-Shibghah (Celupan)
Dengan keimanan yang benar maka perilaku dan kehidupan mukmin diwarnai oleh Allah SWT. Fenomenanya adalah berubahnya seluruh aktivitas hidupnya menjadi ibadah kepada Allah SWT Sibghah merupakan keimanan kepada Allah SWT yang sesungguhnya. Seluruh perilaku mukmin diwarnai oleh syahaadatain dan merupakan pengabdian kepada Allah SWT
Dalil
QS. 2:138. Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baikshibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.
Hadits. Rasulullah SAW bersabda,"Wahai segenap manusia, Ingatlah sesungguhnya Tuhan kalian adalah satu dan sesungguhnya ayah kalian pun satu. Ingatlah, tidak ada kelebihan orang arab atas orang non arab, tidak adal kelebihan bagi orang non arab atas orang arab, tidak ada kelebihan orang kulit merah atas kulit hitam, dan tidak ada kelebihan orang kulit hitam atas orang kulit merah, kecuali dengan takwa." (musnad Imam Ahmad).
Al-Inqilaab (Perubahan Menyeluruh)
Syahadat yang telah masuk ke dalam diri mukmin dan mewarnai hidupnya pasti melahirkan perubahan yang menyeluruh yang mencakupi perubahan keyakinan, perubahan pemikiran, perubahan perasaan dan perubahan tingkah laku.
A. Al-I'tiqaadi (Keyakinan)
Sebelum syahadatnya mungkin dia berkeyakinan bahwa loyalitas dan ketaatan dapat dibe-rikan kepada tanah air, bangsa, masyarakat, seni, ilmu dan sebagainya, disamping mengabdi kepada Allah SWT Tetapi setelah bersyahadat ia melepaskan semua itu dan hanya menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya yang diabdi, ditaati dan diminta pertolongan di atas segalanya.
B. Al-Fikri (Pemikiran)
Sebelum meyakini syahadatnya mungkin ia berfikir bolehmenerima syariat, aturan hidup dan perundang-undanganbersumber kepada adat istiadat datuk atau nenek moyang,pemikiran jahiliyah dari ilmuwan dan filosof, hawa nafsu penguasa dan sebagainya. Setelah me-mahami akibat dari syahaadatainmaka ia hanya mengikuti pola fikir Islam yang bersumber dari Allah SWT dan RasulNya, kemu-dian hasil ijtihad orang-orang mukmin yang sesuai dengan bimbingan Allah SWT dan Rasul.
C. Asy-Syu'uuri (Perasaan)
Sebelum memahami syahaadatain ini mungkin perasaannya yang berupa cinta, takut, benci, marah, sedih atau senang ditentukan oleh situasi dan kondisi yang menimpa dirinya atau keadaan di sekelilingnya. Misalnya ia senang dengan mendapatkan keuntungan dari hasil usaha-nya, mendapat baju yang palingtrendy, mendapat profesi yang menguntungkan. Sedih karena hilangnya kekayaan, merasa hina karena kemiskinan dan sebagainya. Maka setelah meng-hayati makna syahaadatain, tiada yang menyenangkan dan menyedihkan melainkan semua terkait dengan kepen-tingan Allah SWT dan RasulNya. Maka ia sedih bila ada yang masuk ke dalam kekufuran, sedih bila adamuslim yang disakiti, sedih memikirkan nasib kaum muslimin sebagai umat Mu-ham-mad. Kemudian dia merasa senang dengan kemajuan dak-wah, kebangkitan umat dan sebagainya.
D. As-Suluuki (Tingkah Laku)
Sebelum mengerti kandungan syahaadatain, mungkin tingkah laku seseorang mengikuti hawa nafsunya, menuruti bagaimana kondisi lingkungan. Ber-pakaian, bersikap, bergaul, mengisi waktu dengan kebiasaan-kebiasaan ahiliyah yang tidak ada tuntunannya dari Islam. Tetapi setelah mengerti syahaadatain ini ia berubah. Tingkah lakunya mencerminkan akhlak Islam, pergaulannya meng-ikuti syariah, waktunya diisi dengan hal-hal yang bermanfaat apakah bagi dirinya maupun orang lain.
Dalil
Hadits. Dari Abu Musa Al-Asy'ari R.A bahwasanya Rasulullah bersabda,"Perumpamaan hidayah dan ilmu yang dibawakan dari sisi Allah adalah seperti hujan yang turun ke bumi. Maka ada sebagian lahan yang dapat menerima air itu, lalu ia menumbuhkan rerumputan dan pepohonan yang lebat. Dan di antara lahan ada yang menyerap dan dapat menahan air sehingga Allah memberi manfaat kepada manusia, melalui air itu, untuk minum, menggembala, mengairi dan bercocok tanam. Huj an pun turun ke wilayah cadas sehingga is tidak dapat menahan air dan tidakmenumbuhkan rumput. Itulah perumpamaan orang yangmendalami agama Allah. Allah memberi manfaat melalui apa yang aku bawa, kemudian is memanfaatkannya, mengkajinya kemudian mengajarkannya, adapula orang yang tidak memberikan perhatian kepadanya sedikitpun dan tidak menerima hidayah Allah yang aku diutus karenanya. (HR. Bukhari-Muslim).

· Perubahan menyeluruh terjadi pada pribadi Ummar bin Khattab RA, Mus'ab bin Umair, Saad bin Abi Waqqash dan para sahabat lainnya, ini merupakan bukti bahwa syahaadatain membawa perubahan pada diri yang mengucapkannya.
Contoh ini terjadi pada tingkah laku Mus'ab bin Umair yang sebelum Islam merupakan seseorang pemuda yang sangat dikenal ketampanannya di kota Mekkah. Setelah Islam is menjadi mujahid dakwah, ketika wafatnya is hanya punya sehelai kain burdah untuk menutupi jasadnya yang syahid. Bila kepalanya ditutup kakinya terbuka dan bila kakinya ditutup maka kepalanya terbuka.
Asy-Syakhshiyah Al-Islaamiyah (Kepribadian yang Islami)
Dengan adanya perubahan pada empat hal di atas maka muslim memiliki kepribadian yang Islami. Pribadi ini mendasarkan keyakinan, bentuk berfikir, emosi, sikap, pandangan, tingkah laku, pergaulan dan masalah apa saja dengan dasar Islam. Akhlak pribadi yang Islami terdapat pada diri Rasulullah. Nabi SAW memiliki akhlak yang disenangi oleh musuh atau kawan, justru dengan akhlak Nabi ini dapat menarik manusia kafir untuk mengikuti Islam. Akhlak yang mulia sebagai ciri kepribadian muslim merupakan akhlak yang sangat adil, objektif dan universal.
Dalil:
· QS. 68:4. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
· Hadits. Akhlak Rasul adalah akhlak Al-Quran.

Al-Qayyimah (Bernilai Di Sisi Allah)
Tatkala seorang muslim telah memiliki kepribadian Islami dengan utuh, maka is akan memiliki nilai disisi Allah SWT Pribadi-pribadi ini dalam jumlah yang banyak bergabung menjadi umat. Bila umat Islam telah memiliki banyak pribadi seperti ini is akan diperhitungkan oleh lawan­lawannya. Umat seperti ini mampu membawa amanat menegakkan khilafah Islamiyah. Janji Allah SWT akan tegaknya khilafah, adalah bagi mereka yang beriman dan beramal shaleh. Ciri khalifah akan ditemui kepada mereka yang berdakwah karena perannya sebagai membangun dan memelihara alam. Amanah memikul then dibebankan pada manusia. Hanya manusia yang mau menerima amanah Allah tersebut, manakala makhluk lainnya tidak bersedia menerimaamanah tersebut karena tidak mampu menjalankannya.
Dalil:

QS. 24:55. Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.


QS. 33:72. Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,
Read More
Perealisasian Kandungan Dua Kalimat Syahadat

Perealisasian Kandungan Dua Kalimat Syahadat

Hubungan mukmin dengan Allah SWT merupakan hubungan ubudiyah (pengabdian). Hubungan ini didasari kepada tiga unsur yaitu cinta, perniagaan dan amal atau jihad. Dengan transaksi ketiga unsur di atas, setiap mukmin wajib menjalani hidupnya sebagai pejuang Islam dengan senantiasa mempersiapkan watak seorang mujahid. Dengan syahaadat yang diyakininya, kita mesti mengamalkan syahadat di dalam kehidupan kita sehari-hari seperti bertaubat, mengabdikan diri kepada Allah SWT, memuji Allah SWT, melaksanakan siyahah, senantiasa ruku dan sujud, menyuruh kepada makruf dan memelihara hukum Allah SWT.

Al-Mahabbah (Cinta)
Cinta yaitu suatu ikatan hati untuk mencintai apa saja yang dicintai Allah SWT dan apa-apa yang ditentukan Allah SWT baginya. Ikatan ini membuat pribadi mukmin dengan kecintaan dan keredaan Allah SWT. Hubungan cinta mukmin dengan Allah SWT digambarkandalam Al Quran sebagai sesuatu yang teramat sangat kecintaannya terhadap Allah SWT. Di antara tanda cinta kepada Allah adalah senang membaca Kitabullah dan bergetar hatinya tatkala nama Allah SWT disebut. Orang yang mencintai Allah adalah orang yang cenderungterhadap Kitabullah.
Dalil

Q. 2:165. Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaanNya (niscaya mereka menyesal).
Perealisasian Kandungan Dua Kalimat Syahadat
Q. 8:2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat­ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal,

Q. 39:25. Orang-orang yang sebelum mereka telahmendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.

At-Tijaarah (Perniagaan)
Pada hakikatnya semua manusia miskin dan faqir, tidak memiliki sesuatupun termasuk dirinya sendiri. Semua yang ada hanyalah milik Allah SWT Tetapi dalam perjanjian ini Allah SWT menawarkan kepada mukmin untuk menjual apa-apa yang bukan miliknya itu kepada Allah SWT: Perjanjian ini merupakan perniagaan dengankeuntungan di pihak mukmin yang sangat besar. Penawaran Allah SWT untuk berjual beli kepada orang mukmin baik harta atau jiwanya dengan surga yang dimiliki Allah merupakan suatu keuntungan besar yang dapat membawa kebebasan dari neraka. Pernyataan Allah SWT bahwa Allah SWT telah membeli mukminin dan jual beli ini tidak akan merugikan.
Dalil
Qur'an Surat as Shaf (61) ayat 10 : "Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? "        
Q. 9:111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang­orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Q. 35:29. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, Hadits. Pernyataan sahabat Nabi tentang baiah mereka dengan Rasulullah, "Kami berbaiah dengan Rasulullahuntuk mendengar dan taat apakah dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam kondisi malas maupun giat, dalam hal yang menyenangkan dan pada keadaan merasa dirugikan.

A. Al'Baa’i (Mukmin Sebagai Penjual)
Mukmin sebagai penjual, yang dijualnya adalah harta (amwal) yang dimilikinya, yaitu semua simbol yang melekat pada dirinya dan yang dianggap sebagai miliknya. Seperti harta, kekayaan, kedudukan, kerjanya, jawatan, pengaruh dan sebagainya. Jiwa (nafs), meliputi nyawanya, tenaganya, waktu dan kesempatannya, perasaannya dan lain-lain. Mukmin sebagai penjual dengan menjual harta dan nyawa.Manakala Allah SWT membelinya dengan surga. Mukmin mempunyai kewajiban beriman kepada Allah SWT dan Rasul. Hanya orang beriman saja yang bersedia menjual harta dan jiwanya untuk berkorban dan berjuang di jalan Allah SWT Manusia beriman menjual berupa harta, nyawa dan tenaga untuk kepentingan tegaknya Islam di muka bumi ini. Walaupun demikian yang dituju dengan penjualan ini adalah keridhaan Allah SWT sebagai harta tertinggi.
Dalil

Q. 9:111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang­orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
Hadits. Abdullah bin Rawahah R.A meriwayatkan, berkata Rasulullah SAW pada malam Aqabah,"Berjanjilah kepada Tuhanmu dan kepada dirimu apa yang engkau kehendaki. Beliau melanjutkan,"Aku berjanji kepada Tuhanku kiranya kamu menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun. Aku berjanji dengan diriku kiranya kamu memberiku dengan jiwa dan hartamu yang hendak kamu berikan,"Para sahabat bertanya,"Apa imbalanya jika kami melakukan hal itu ?", Beliau menjawab,"Surga". Mereka berkata,"Jual beli yang menguntungkan. Kami tidak akan banyak bicara." Maka diturunkanlah ayat,"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka "

Q. 61:11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul­Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,

Q. 2:265. Dan perumpamaan orang-orang yangmembelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Al­lah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

Q. 3:195. Maka Tuhan mereka memperkenankanpermohonannya (dengan berfirman), "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperangdan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan­-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik."

Q. 2:207. Dan di antara manusia ada orang yangmengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

B. AI-Musytarii (Allah SWT Sebagai Pembeli)
Dalam hal ini Allah SWT sebagai pembeli tunggal yang akan memberikan dua keuntungan yang sangat besar bagi penjual tersebut, yaitu surga dengan segala kenikmatannya, sebagai pengganti harta yang diberikan mukmin. Ridha Allah SWT yang jauh lebih nikmat dari surga sebagai pengganti dari jiwa yang diberikan mukmin.Allah SWT sebagai pembeli dengan memberikan surga dan keridhaan Allah SWT Hal ini merupakan harga yang sangat tinggi yang Allah tawarkan karena berupa keridhaan Allah yang lebih tinggi nilainya dari apapun.
Dalil

Q. 9:111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang­orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
Q. 98:8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Al-`Amal (Aktivitas)
Hubungan ini merupakan hasil dari hubungan cinta dan jual beli yang meliputi semua pelaksanaan perintah Allah SWT dengan semangat ridha. Juga meliputi semua aktivitas pribadi, keluarga, masyarakat dan bemegara. Disamping itu juga, menjauhi semua larangan-larangan Allah SWT dan hal-hal yang dapat membawa pada kebencianNya. Karena itu mukmin menyediakan diri untuk hidup dibawah naungan Al-Quran dan Sunnah. Kewajiban bekerja melakukan perintah Allah SWT dan Allah SWT sajalah yang akan menilai aural perbuatan seseorang. Kontrak kerja dengan Allah SWT adalah aktivitas untuk mencari ridha Nya. Mukmin beramal jama'i dengan saudara-saudaranya sesama mukmin apakah laki-lakimaupun perempuan. Lihat pula 9:71-72.
Dalil

Q. 9:105. Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan".

Q. 3:195. Maka Tuhan mereka memperkenankanpermohonannya (dengan berfirman), "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan aural orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan. kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik."

Q. 9:71-72. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalab) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi MahaBijaksana. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mukmin lelaki dan perempuan, (akan mendapat) syurga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di syurga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.

AI-Jihaad (Perjuangan)
Sebagai puncak dari cintanya kepada Allah SWT, jual beli dengan Allah SWT serta aplikasinya ke dalam hidup, maka mukmin memperjuangkan dienullah. Ia selalu menegakkan kali-matullah dalam diri, keluarga maupun masyarakatnya. la berupaya sekuat tenaga untuk menjadikan dirinya sebagai mujahid fi sabilillah. Dimulai dengan ucapan syahadatnya, seluruh hidupnya merupakan jihad. Cita-citanya yangter-tinggi adalah mencapai syahaadah (syahid). Mukmin menya-dari bahwa tiada izzah tanpa jihad dan bahwa syahid meru-pakan puncak kenikmatan hidup di dunia maupun di akhirat. Perintah Allah SWT melaksanakan jihad dengan sebenar­-benarnya jihad sebagai aplikasi keislaman seseorang. Manfaat jihad itu sendiri kembali kepada diri mukmin karena sesungguhnya merupakan jual beli dengan Allah SWT.Gambaran Allah SWT tentang kenikmatan syahid fi sabilillah sangat banyak di Al Quran sehingga memberikan motivasi kepada orang mukmin untuk mencari mati syahid. Sej arah Nabi SAW menggambarkan begitu banyaknya para sahabat yang berduyun-duyun ikut berperang untuk mendapatkan syahid.
Dalil

Q. 22:78. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Q. 29:69. Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencarikeridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

Q. 3:168. Orang-orang yang mengatakan kepada saudara­saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh". Katakanlah: "Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar."

Q. 2:152. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni'mat) -Ku.
Hadits. Sabda Rasul, "jihad merupakan puncak (dzirwatul sanamil)Islam.
Hadits. Karena cintanya Rasulullah pada syahid, beliau berkata, "Tiada seseorangpun yang mati yang ingin kembali ke dunia (dengan merasakan kematiannya) kecuali syahid. Ini disebabkan kelebihannya".
Hadits. "Barangsiapa yang memohon syahid kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya permohonan, maka Allah SWT akan menyampaikannya pada derajat syuhada meskipun is wafat diatas tempat tidurnya".

Hayaah Al-Mukmin (Kehidupan Mukmin)
Sifat-sifat mujahid yang mestinya ada pada setiap mukmin: bertaubat, beribadah, memuji, bersiyahah, ruku', sujud, amar ma'ruf, nahi munkar dan memelihara hukum-hukum Al­lah SWT. Dengan pelaksanaan cinta, perniagaan dan amal/jihad di atas, sikap mukmin wajib menjalani hidupnya sebagai pejuang Islam dengan senantiasa mempersiapkan watak seorang mujahid yaitu:
1. At-Taubah (Tobat). Senantiasa bertaubat, memohonampunan dari dosa dan menghindarkan diri dari sebab­sebab kemaksiatan.
2. At-Tahmid (Pujian). Senantiasa mengabdikan diri kepada Allah SWT apakah dalam keadaan lapang maupun sempit dengan pengabdian yang ikhlas.
3. I-`Ibaadah (Ibadah). Senantiasa memuji, menyanjung danmengagungkan Allah SWT dalam berbagai kesempatan.
4. As-Siyaahah (Bepergian). Senantiasa melakukan syahaadahdengan antara lain: mencari ilmu yang memberikemanfaatan bagi Islam dan kaum muslimin, bertafakkurtentang alam dan realita umat dan melawat atau berjalan dalam rangka dakwah.
5. Ar-Rukuu' (Ruku). Senantiasa ruku' yaitu menghinakan diri dengan tidak sombong terhadap kehendak dan kemauan Allah SWT
6. As-Sujuud (Sujud).
7. Al-Amru bil-Ma'ruuf (Menyuruh kepada Kebaikan).Menyuruh kepada yang ma'ruf (kebaikan).
8. An-Nahyu 'Anil Munkar (Melarang dari Kemungkaran).Mencegah dari yang munkar (keburukan) dan yang dibenci Allah SWT Wa Al-Haafizhuuna Li-Huduudillaah (Menjaga Hukum­hukum Allah). Selalu memelihara hukum Allah SWT, yaitupelaksanaan kitabullah pada dirinya dan memperjuangkan agar terlaksana di masyarakatnya.
Dalil
Q. 9:112. Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum­hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu
Read More